Website Resmi IDENTIK | Ikatan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

Interaksi dengan Orang Tua Peserta Didik


Partisipasi orangtua siswa di sekolah sangatlah penting. Baik itu dalam kaitannya dengan anak didik secara langsung maupun dalam hubungan kerjasama untuk meningkatkan pembelajaran.
Contoh kegiatan orang tua yang berkaitan dengan pembelajaran, dimana kegiatan tersebut sesuai juga dengan langkah-langkah kegiatan yang berada di kelas adalah :
1. Anak diberi motivasi dan dibiasakan dalam mengamati yang nantinya mereka akan menjadi seorang pengamat yang jeli, yaitu melalui kegiatan sehari – hari di rumah, lingkungan sekitar, dan di masyarakat.

Misalnya :
  • Mengamati cara membersihkan kamar tidurnya sendiri 
  • Mengamati cara menjaga kesehatan badan
  • Mengamati cara menanam dan menyirami pohon
  • Mengamati kejadian alam ( hujan, sampah yang bau, banjir, gunung meletus)
  • Mengamati masalah-masalah sosial ( perayaan hari besar agama/nasional)
  • Mendengarkan cerita / dongeng dari orang tua
  • Membaca buku cerita, majalah anak-anak
  • Membaca spanduk, reklame, iklan dll
2. Setelah kegiatan mengamati tersebut, kemudian orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk bertanya mengenai apa yang telah dilihat, didengar, dibaca, dan dirasakan terkait hasil pengamatan terhadap obyek yang diamati, sehingga menjadi seorang yang kritis dalam bertanya.
Misalnya :
  • Setelah bangun tidur, apa yang harus aku lakukan?
  • Bagaimana terjadinya hujan, banjir, gunung meletus, dll?
  • Setelah membaca majalah apa yang akan ditanyakan oleh anak dll.
3. Kegiatan berikutnya adalah orangtua mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi atau melakukan eksperimen, sehingga menjadi seorang yang berani mencoba.
Misalnya :
  • Anak membuat minuman teh
  • Anak menyirami tanaman
  • Anak diajak pergi rekreasi ke pantai, kebun binatang, taman bermain, dll 
( informasi apa saja yang disampaikan oleh anak kepada orang tua pada saat atau setelah kunjungan tersebut, apakah anak dapat mengambil kesimpulan hasil kegiatannya , dan orang tua memberikan respon terhadap informasi dari anak)
4. Anak juga dibiasakan untuk diajak berpikir dan menalar tentang hal-hal yang dilihatnya, mengapa kita perlu membersihkan tempat tidur, kenapa kita perlu mandi, kenapa kita perlu menyiram tanaman dan lain-lain.
5. Anak dibiasakan untuk menceritakan atau mengkomunikasikan hasil kegiatan yang telah dilakukan kepada orangtua, dan orangtua mencatat hal-hal yang tadinya belum dapat dilakukan anak sampai anak tersebut dapat melakukan kegiatan dengan sangat baik.
Orangtua dapat menilai anak melalui hasil aktivitas belajar anak di rumah bersama orangtua apa adanya (penilaian otentik) untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar anak. Penilaian tersebut mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Hasil penilaian dapat diinformasikan kepada guru sebagai feedback melalui buku penghubung yang disediakan sekolah.
Sumber: Materi Diklat Kurikulum 2013, Kemdikbud.

Ada pertanyaan atau komentar?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: