Website Resmi IDENTIK | Ikatan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

Project Based Learning (Pembelajaran Berbasis Proyek)


Prinsip-Prinsip Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP)

Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi dalam PBP menggunakan tugas proyek sebagai strategi pembelajaran. Para peserta didik bekerja secara nyata, memecahkan persoalan di dunia nyata yang dapat menghasilkan solusi berupa produk atau hasil karya secara nyata atau realistis. Prinsip yang mendasari pembelajaran berbasis proyek adalah:
  1. Pembelajaran berpusat pada peserta didik yang melibatkan tugas-tugas pada kehidupan nyata untuk memperkaya pembelajaran.
  2. Tugas proyek menekankan pada kegiatan penelitian berdasarkan suatu tema atau topik yang telah ditentukan dalam pembelajaran.
  3. Penyelidikan atau eksperimen dilakukan secara otentik dan menghasilkan produk nyata yang telah dianalisis dan dikembangkan berdasarkan tema/topik yang disusun dalam bentuk produk (laporan atau hasil karya). Produk, laporan,  atau hasil karya tersebut selanjutnya dikomunikasikan untuk mendapat tanggapan dan umpan balik untuk perbaikan proyek berikutnya.

Langkah-langkah Pembelajaran

Dalam PBP, peserta didik diberikan tu­gas dengan mengembangkan tema/topik dalam pembelajaran dengan melakukan kegiatan proyek yang  realistik.  Di samping itu, penerapan pembelajaran berbasis proyek ini mendorong tumbuhnya kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, serta  berpikir kritis dan analitis pada peserta didik.
Secara umum, langkah-langkah Pembelajaran berbasis proyek (PBP) dapat dijelaskan sebagai berikut.
Tabel 1: Sintaksis Pembelajaran Berbasis Proyek
                   Tahap                
Kegiatan Guru dan Peserta Didik
Tahap 1 :
Penentuan Proyek
(Menyampaikan proyek yang akan dikerjakan)
Guru memberitahukan kepada peserta didik tentang proyek yang akan dikerjakan dan menyepakati kontak belajar
Tahap 2 :
Perancangan langkah-langkah Proyek
(Mengorganisasi  peserta didik untuk belajar)
Guru membentuk kelompok-kelompok  kecil  yang nantinya akan bekerja sama  untuk menggali informasi yang diperlukan  untuk menjalankan proyek.
Tahap 3 :
Membantu peserta didik melakukan penggalian informasi yang diperlukan.
Guru mendorong peserta didik  melakukan penggalian informasi yang diperlukan . Kalau perlu, guru memfasilitasi dengan menyediakan  buku, bahkan bacaan, video,atau bahkan mendampingi peserta didik mencari informasi di internet.
Tahap 4 : Merumuskan hasil pengerjaan proyek Guru mendorong peserta didik  untuk menyajikan informasi yang diperoleh ke dalam satu bentuk yang paling mereka sukai.
Tahap 5 :
Menyajikan hasil pengerjaan proyek
Guru mendorong peserta didik  untuk menyajikan hasil karya mereka kepada seluruh siswa yang lain
Sesuai dengan namanya  Project Based Learning maka peserta didik belajar dari melakukan proyek. Karena itu, kalau ingin menyelenggarakan Project Based Learning, harus ada proyek dulu yang ingin dikerjakan. Misalnya ada proyek penghijauan atau pembuatan kebun tanaman Obat Keluarga, atau  penataan Ruang Kelas, dll.

Ketika melakukan proyek penghijauan, misalnya peserta didik belajar tentang IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, IPS dan mata pelajaran lain . Dengan mencatat perkembangan tumbuhan  yang ditanam dalam proyek penghijauan tersebut, anak belajar matematika. Dengan mencatat ukuran bentuk dari daun dan aspek lain dari tanaman yang ditanam, peserta didik belajar IPA dan sekaligus matematika. Dengan menganalisis pertumbuhan  serta mencatat dan melaporkan  hasilnya kepada teman, guru atau pihak lain, anak belajar bahasa Inonesia. Demikianlah seterusnya.

Catatan :
Pembelajaran berbasis proyek biasanya dilaksanakan  dalam periode waktu yang lama. Minimal satu minggu penuh, bahkan bisa satu bulan, atau satu semester. Karena itu pembelajaran berbasis proyek tidak dimaksudkan untuk menggantikan kegiatan pembelajaran yang sudah ada di dalam Buku Siswa  dan Buku Pedoman Guru. Pembelajaran Berbasis Proyek tersebut disarankan untuk diterapkan  sebaiknya kelas tinggi pada setiap minggu keempat dari satu tema.

Sumber: Materi Diklat Kurikulum 2013, Kemdikbud.


Ada pertanyaan atau komentar?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: