Website Resmi IDENTIK | Ikatan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan

Kurikulum Pelatihan Dokter Kecil


Sekolah
merupakan suatu institusi yang berfungsi sebagai tempat belajar
mengajar, di dalamnya terdapat sekumpulan orang dalam jumlah relatif
besar yang membentuk suatu komunitas, dan antara anggota komunitas
terdapat saling interaksi adekwat. 
Oleh karena itu terdapat pula
kebutuhan-kebutuhan di dalamnya, antara lain kebutuhan akan pelayanan
kesehatan. Masalah kesehatan yang dialami anak usia sekolah ternyata
sangat kompleks dan bervariasi. 
Di dalam program Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS) terdapat program dokter kecil (dokcil). Mencetak dokcil tentu
tidak sembarang, memerlukan pelatihan yang disebut pelatihan dokcil.
Inilah kurikulumnya.

Sasaran Pelatihan Dokcil
Peserta didik (siswa) Sekolah Dasar kelas 4 dan 5 dengan jumlah 10-20 orang.
Kompetensi
Setelah mengikuti pelatihan maka peserta didik akan memiliki kompetensi:
  1. Memahami program UKS dan Dokter Kecil
  2. Bersikap dan berperilaku sehat
  3. Menggerakkan dan membimbing teman dalam melaksanakan pengamatan kebersihan, kesehatan pribadi dan penyuluhan kesehatan
  4. Membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah
  5. Melakukan pengenalan tanda-tanda penyakit, kesehatan lingkungan, dll
  6. Melakukan pengamatan kebersihan di sekolah
  7. Membuat laporan kegiatan Dokter Kecil
  8. Mengetahui hal-hal khusus apa saja yang perlu dilaporkan kepada guru UKS/Kepala Sekolah/guru yang ditunjuk
  
Tujuan Pelatihan Dokcil
Tujuan Umum
Meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan serta membangun sikap positif peserta
didik dalam pelaksanaan upaya program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Tujuan Khusus 
Membentuk peserta didik menjadi dokter kecil yang memiliki kompetensi khusus (seperti telah diuraikan di bagian atas)
Materi Pelatihan Dokcil
Materi Dasar: 
  • Program UKS
  • Program Dokter Kecil

Materi Inti:
  • Kesehatan lingkungan
  • Pencegahan penyakit menular
  • Kesehatan gigi dan mulut
  • Kesehatan indera penglihatan
  • Kesehatan indera pendengaran
  • Imunisasi
  • Gizi
  • Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
  • NAPZA
  • Pemeriksaan Kesehatan Peserta

Materi Penunjang
  •  Membangun komitmen belajar

Metode dan Proses
1. Tahap pencairan
Sebelum
pelatihan dimulai, perlu dilakukan proses pencairan. Proses pencairan
dilakukan menggunakan metode dinamika kelompok dimana para pelaksana,
pelatih dan peserta pelatihan berkumpul di suatu ruangan untuk saling
berkenalan, mengisi kuesioner (misalnya mengenai hal-hal yang disukai,
tidak disukai, harapan, kekhawatiran, dll), membuat permainan, dst. 
Tujuannya untuk: membangun komitmen belajar agar peserta siap mengikuti
pelatihan, membuat kesepakatan tentang norma yang akan dipakai selama
pelatihan dan membuat kontrak belajar.

2. Tahap pembekalan materi
Tahapan
dimana peserta didik dibekali pengetahuan dan ketrampilan dalam
melaksanakan kegiatan Dokter Kecil. Materi yang diberikan lebih
dititikberatkan pada peningkatan pemahaman peserta didik tentang
berbagai faktor penyebab penyakit, cara pencegahan dan pertolongan
pertama. Teknik penyampaian dalam pembekalan materi menggunakan metode
ceramah diikuti tanya jawab, diskusi kelompok dan studi kasus.
3. Tahap konsolidasi
Merupakan
tahap internalisasi komprehensif dari pengetahuan dan ketrampilan yang
diterima pada tahap pembekalan. Pada tahap ini peserta didik diberikan
tugas untuk menanggulangi ‘kasus’, menyusun rencana kegiatan
pencegahan dan menanggulangi masalah kesehatan di lingkungan sekolah.
Penyelenggaraan
1. Pelaksana
Tim Pembina UKS tingkat Kabupaten/Kecamatan dan Tim Pelaksana UKS, dipimpin oleh Dokter Puskesmas.
2. Perencanaan di Tingkat Kecamatan
  • Pertemuan petugas kesehatan dan Tim Pembina UKS tingkat Kecamatan
  • Persiapan sarana dan biaya yang diperlukan
  • Persiapan pelatihan Dokter Kecil
  • Persiapan administrasi
3. Pelatih
Petugas Kesehatan (Dokter Puskesmas/Petugas UKS) Guru UKS/Penjaskes atau Guru lain yang ditunjuk.
4. Waktu dan Tempat
Waktu:
Teori
dan praktek 45 jam mata pelajaran dengan setiap mata pelajaran 45
menit. Dalam pelaksanaannya diatur oleh Kepala Sekolah, diberikan secara
ekstra kurikuler atau dapat juga dalam masa liburan sekolah.
Tempat:
Kegiatan pelatihan diselenggarakan di ruang kelas, ruang UKS dan lapangan atau yang ditentukan oleh penyelenggara.
5. Evaluasi
Evaluasi dapat dilakukan pada:
  • Peserta pelatihan
  • Penyelenggara pelatihan
Tujuan evaluasi:
  • Mengetahui adanya peningkatan pengetahuan peserta didik sesudah pelatihan dibandingkan dengan sebelum pelatihan
  • Mengetahui keberhasilan pelatihan
  • Mendapatkan masukan dalam rangka penyempurnaan penyelenggaraan pelatihan dimasa yang akan datang.
6. Sertifikat
Setiap
peserta yang telah mengikuti pelatihan Dokter Kecil diberikan
sertifikat yang ditandatangani Ketua Tim Pembina UKS Kabupaten/Kota atau
Pejabat berwenang di daerah. Pemberian sertifikat dilaksanakan pada
hari-hari besar khusus, antara lain Hari Kesehatan Nasional, Hari
Pendidikan Nasional, HUT Proklamasi RI, Hari Anak Nasional, dll.
7. Biaya
Sumber dana dapat berasal dari Pemerintah Daerah atau Komite Sekolah/Swadaya.
8. Pelaporan
Laporan tertulis tentang penyelenggaraan pelatihan dibuat oleh Ketua Penyelenggara sebanyak minimal 3 rangkap, yaitu untuk:
  1. Tim Pembina UKS Kabupaten/Kota
  2. Tim Pembina UKS Kecamatan
  3. Arsip
Contoh Kurikulum Pelatihan Dokter Kecil  
No.
Materi Pelatihan
Waktu Pembelajaran
T
P
PL
Jumlah
A.
MATERI DASAR (MD)

1.
Program UKS

1
1
2.
Program Dokter Kecil

1
1
B.
MATERI INTI (MI)

1.
Kesehatan Lingkungan

• Lingkungan hidup manusia

• Rumah Sehat

• Air dan kesehatan

• Air limbah dan kesehatan

• Sampah dan kesehatan

• Kotoran manusia dan kesehatan  

2
8
10
2.
Pencegahan Penyakit Menular

• Pencegahan Penyakit Menular Langsung

• Pencegahan Penyakit Menular Bersumber Binatang  

3
3
6
3.
Kesehatan Gigi dan mulut

• Bagian gigi dan mulut

• Penyakit gigi dan mulut

• Pencegahan penyakit gigi dan mulut  

2
3
5
4.
Kesehatan Indera Penglihatan

• Menjaga kesehatan mata

• Pencegahan penyakit mata  

2
1
3
5.
Kesehatan Indera Pendengaran

• Menjaga kesehatan pendengaran

• Pencegahan gangguan pendengaran

dan Penyakit Telinga  

2
1
3
6.
Imunisasi

1
1
7.
Gizi

• Pengetahuan Gizi Dasar

• Kantin sekolah

• Pemantauan Pertumbuhan Peserta didik dengan KMS-Anak Sekolah  

3
4
7
8.
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)

1
3
4
9.
NAPZA

1
1
2
10.
Pemeriksaan Kesehatan Peserta

1
1
C.
MATERI PENUNJANG

1
Membangun komitmen belajar

1
1

2

JUMLAH

20
26
46
  Keterangan:
T   = Teori
P   = Penugasan
PL = Praktek lapangan

Ada pertanyaan atau komentar?

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: